PAGUYUBAN “ NYUKCRUK GALUR “
Paguyuban Nyukcruk Galur merupakan sebuah organisasi masyarakat yang bersifat kedaerahan. Kata paguyuban diambil dari kata Guyub dalam bahasa Sunda yang artinya Kumpul, sementaraNyukcruk Galur adalah menelusuri jejak tapak para leluhur nenek moyang dalam menggali ajaran-ajaran cara hidup dan perilaku antara hubungan : manusia dengan manusia, manusia dengan mahluk lainnya (alam), dan manusia dengan Sang Kholik. Paguyuban Nyukcruk Galur berangkat dengan sebuah rasa rindu akan nuansa masa lalu, yang di lakukan oleh para pendahulu dimana faktor alam begitu bersahabat dengan mahluknya. Keharmonisan dapat dipertahankan, walaupun pada saat ini tingkat ilmu pengetahuan sangat jauh berkembang di bandingkan masa lalu. Memang teknologi dan arus perubahan pada tatanan modernisasi tidak dapat di bendung, namun setidaknya ada sebuah upaya mengembalikan apa perbandingan perilaku nenek moyang kita dahulu dengan perilaku manusia yang sudah menggunakan teknologi dan modernisasi. Jika dilihat secara ruh, perilaku, etika, norma, ajaran-ajaran kesukuan (kearifan lokal), kita dapat melihat betapa harmonisnya pada masa lalu dengan lebih berpijak pada sebuah penghargaan dan penghormatan kepada alam, sehingga saling terpelihara dan terjaga, begitupun manusia sebagai mahluk yang utama selalu mendapat keberkahan.
Dikarenakan rasa dan cinta dengan ketulusan di pelihara yang saat itu lebih dominan adalah ikatan rasa batin yang sangat melekat. Tapi apabila dilihat pada perkembangan dewasa ini boleh kita analisis perkembangan teknologi dan arus modernisasi dengan cepat menggilas pola piker terutama rasa pada diri manusia berubah 90 derajat, salah satu rasa yang sudah berkurang pada diri manusia dewasa ini adalah rasa ketulusan, keikhlasan, dan kesabaran. Walaupun agama sebagai pegangan, namun agama pun telah di campur-adukan dengan permainan dunia sehingga kontrol kerohanian tidak terfokus, bagaimana manusia itu dapat mengendalikan akalnya.? Sehingga sering ditemukan pada saat ini manusia yang kurang percaya diri, cepat frustrasi dan melakukan tindakan yang instant untuk mengakhiri hidup dengan cara membunuh diri sendiri karena sudah tidak bisa mengendalikan rasa dan keharmonisan akal dan batinnya.
Dari analisa itulah, maka kami sebagai generasi muda merasa terpanggil untuk menelaah dan mengkaji tentang ajaran-ajaran tradisi yang turun temurun dari ruh nenek moyang (karuhun) yang telah memberikan tata cara perilaku dalam hablum minanas (hubungan antar sesama manusia, alam dan mahlukNYA). Untuk mengembalikan ruh masa lalu tidak mungkin, karena masa lalu adalah sebuah dasar dan inspirasi untuk menjalankan masa kini dengan memberikan kepastian masa yang akan datang. Dengan mengucapkan Asma Allah, maka kami menyatakan mendirikan sebuah organisasi kedaerahan yang diberi nama “Paguyuban Nyukcruk Galur”. Dengan berazazkan : Nasionalis, Tradisional, Religius.
Didirikannya Paguyuban Nyukcruk Galur dengan dasar untuk merangkul generasi muda agar paham dan mengerti tentang perjalanan tradisi masa lalu yang dipertahankan oleh nenek moyang kita (karuhun) sampai saat ini, dan melihat dari rasa ketekunan dan kesabarannya dalam menjalani kehidupan jiwa-jiwa kreatifitas masa lalu sangat berharga di bandingkan dengan saat sekarang, karena pemikiran dan perilaku masa lalu berupaya tidak menyakitkan kepada alam dan mahluk lainnya. Dan semua itu tidak hanya di jadikan jargon dan symbol-simbol saja, namun benar-benar di terapkan dalam perilaku keseharian. Sehingga nampak tingkat intelegensi spiritualnya pada masa lalu lebih tinggi di banding dewasa ini. Walau ajaran-ajaran luhur tradisi di dalam tingkat pengetahuan dan telnologi sangat jauh berkembang, namun ada yang lebih berbahaya mengenai rapuhnya jiwa dan rasa yang semakin melemah, sehingga menggeser kepribadian jati diri dan tak mengenal diri, akibatnya mengalami kegundahan bahkan hingga kegoncangan jiwa…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar