Selasa, 29 April 2008

Yakinlah...

Yakinlah wahai malam, pagi akan datang walau tak selalu cerah…

Yakinlah wahai kelana, pujangga itu akan hadir walau tak selalu dengan kata indah….

Yakinlah wahai diri, jati itu akan ada walau tak selalu menjadi inti…..

Nurani yang terkungkung tak bermakna lagi, karena sanubari itu mungkin tak berkilah sebagaimana mestinya seperti insting……

Kata tak lagi bermakna ketika hati tak dapat merasakan laku……

Getir dalam nadir kaum pandir mungkin tak dapat terlihat, tapi itu mungkin yang harus dirasakan oleh diri, jangan mangkir ataupun menyingkir…..

Musim telah berganti, namun pikir harus tetap pada polanya……

Peka dalam masa-rasa, merangsang mata hati untuk berkata dan bertindak serta merta untuk bijak dalam menghadapi sesuatu pada prosesnya…….

Jangan merasa besar, ataupun kecil….

Karena semua bisa saja besar, bahkan kecil…..

Yang harus disikapi mungkin bagaimana menyikapi semua apa yang hadir di depan dengan bijak dan arif…..

Semua ruang-waktu adalah proses pada kehidupan semu ini…..

Yang terpenting adalah bangun dan sadar dari mimpi-mimpi yang membuai diri hingga terkadang lupa akan kenyataan yang semu, bertindaklah bijak dan arif untuk jelang masa kenyataan yang nyata…..

Kenyataan yang nyata adalah hidup di kehidupan setelah kematian dari alam semu ini…….

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Ya... hidup memang adalah sebuah proses pencarian jati diri sampai ia menemukan dirinya utuh pada satu gambar lukisan indah tentangnya...

OrtuSiswa2019 mengatakan...

nice blog bro..